Pengertian Lengkap Tentang 7 Layer OSI Beserta Fungsinya

Written by Azriel Muhammadd on Wednesday, 17 July 2019

Kamu tahu gak bagaimana komputer jaman sekarang bisa berkomunikasi satu sama lain tanpa harus sesama vendor? Sebagai contoh, vendor Samsung hanya dapat berkomunikasi ke vendor Samsung saja, tidak bisa berkomunikasi ke vendor Apple. Kenapa begitu?

Karena semua alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak bisa saling berkomunikasi dengan vendor lain atau jaringa yang berbeda. Sehingga pada tahun 1977 Organisasi yang bernama ISO (Organization for Standardization) menciptakan standard OSI yang membuat alat komunikasi dapat saling berkomunikasi tanpa harus satu vendor.

Jadi OSI itu adalah sebuah model arsitektural layer-layer yang tidak saling bergantungan, namun  saling berkaitan satu sama lainnya. Jadi masing-masing layer memiliki tugas dan perannya masing-masing dan saling mengisi satu sama lain.

Tetapi, selain itu ternyata tujuan utama model OSI ini sebenarnya adalah untuk membantu para desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan jaringan komunikasi. Berikut adalah 7 layer OSI tersebut.

Dari ketujuh layer diatas terbagi menjadi menjadi 2 tingkatan layer, yaitu:

    1. Lower Layer yang meliputi : Physical, Data Link, dan Network
    2. Upper Layer yang meliputi : Transport, Session, Presentation, dan Aplication

Pengertian, fungsi, dan perangkat dari masing-masing Layer

7. Aplication Layer

Layer aplikasi ini adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan, dimana akan dikirim pesan-pesan kesalahan.

Fungsi dari layer aplikasi adalah layer ini bertanggung jawab atas pertukaran informasi antar program komputer, seperti email, dan service lain yang berada dijaringan.

Protocol yang berada pada layer ini adalah HTTP (Hypertext Transfer Protocol), FTP (File Transfer Protocol), DNS (Domain Name System), POP3 (Post Office Protocol), MIME (Multipurpose Internet Main Extention), SMB (Server Message Block), NNTP (Network News Transfer Protocol), dan DHCP (Dynamic Configuration Protocol).

6. Presentation Layer

Layer ini memiliki fungsi utama sebagai penerjemah. Yaitu menerjemahkan aplikasi yang menjadi bentuk data dan yang kemudian ditransmisikan ke layer-layer berikutnya atau sebelumnya. Presentation layer ini merupakan lapisan dimana data disajikan dalam bentuk format, contonnya .PNG, .DOC, .EXE, dll.

Protocol yang digunakan pada layer ini adalah TELNET (Telecommunication Network), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan SNMP (Simple Network Management Protocol).

5. Session Layer

Session adalah layer yang bertugas untuk mendefinisikan bagaimana koneksi terbuat, dipelihara, atau dihancurkan. Protocol yang berjalan pada layer ini adalah NETBIOS, NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface), ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol), PAP (Printer Access Protocol), dan NFS (Network File System).

4. Transport Layer

Layer Transport ini memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan yang dapat diandalkan kepada protocol yang berada diatasnya. Memiliki fungsi memecah data ke dalam paket-paket data serta diberikan nomor urut ke paket-paket tersebut, sehingga paket tersebut dapat di susun kembali pada sisi tujuan.

Protocol yang ada pada layer ini adalah TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).

3. Network Layer

Layer ini digunakan untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang berbeda agar dapat saling berinteraksi. Dan lapisan ini juga berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing dengan perangkat Router dan Switch.

Protocol yang digunakan pada layer ini adalah IP (Internetworking Protocol), ARP (Address Resolution Protocol), RARP (Reverse Address Resolution Protocol), ICMP (Internet Control Message Protocol), dan IGMP (Internet Group Message Protocol).

2. Data Link Layer

Data Link memiliki tugas penting yaitu sebagai penyedia sebuah prosedur pengiriman data antar jaringan. Salah satu ciri yang terpenting pada layer ini adalah bahwa lapisan ini adalah layer yang memberikan MAC Address pada paket. Protocol yang berjalan pada layer ini adalah PPP (Point to Point Protocol) dan SLIP (Serial Line Internet Protocol).

1. Physical Layer

Layer physical ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan. Layer ini juga merupakan layer yang paling terdekat dengan perangkat keras jaringan, yang kemudian membantu sebuah transmisi jaringan dapat berjalan dengan lancar sesuai apa yang di inginkan.

Demikianlah materi mengenai tentang pengertian berserta fungsi dari masing-masing layer OSI. Semoga informasi diatas dapat memberikan informasi tambahan kepada para pembaca.

Tags : #Network


Shares :


Azriel Muhammadd
Azriel Muhammadd

Programmer pemula yang selalu di temani Cappucino agar mendapatkan mood terbaik untuk mencari inspirasi <3.



MUNGKIN KAMU JUGA SUKA:


SILAHKAN BERKOMENTAR

Einjuro

Einjuro adalah sebuah website pembelajaran yang diperuntukan bagi siswa-siswi diseluruh Indonesia yang ingin mendapatkan pelajaran tambahan diluar sekolah tentnag perkembangan teknologi.

Pages

  • About
  • Contact