Menjadi Seorang Web Developer

Written by Azriel Muhammadd on Friday, 09 August 2019

Menjadi seorang programmer merupakan keinginan banyak orang. Karena banyaknya lapangan pekerjaan beserta besarnya gaji yang ditawarkan, membuat banyak orang ingin menjadi programmer. Jika kamu adalah salah satu dari banyak orang yang ingin menjadi programmer, kamu sudah tepat berada di artikel ini. Karena saya akan membahas tuntas bagaimana cara yang harus dilakukan untuk menjadi seorang programmer berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Berdasarkan jenisnya, website dibagi menjadi dua yaitu, Front End Developer dan Back End Developer. Atau jika bisa keduanya disebut Fullstack. Mari saya bahas satu per satu.

Front End Developer

Front End Developer adalah sebutan bagi seorang programmer website yang fokus membuat tampilan untuk pengguna, atau biasa disebut User Interface. Jadi si programmer Frond End ini harus membuat desain yang menarik agar pengguna bisa nyaman serta tahu menu-menu mana saja yang disediakan, navigasi yang bagus, dan tata letak yang pas.

Untuk menjadi seorang Front End Developer kamu harus menguasai HTML (Hyper Text Language), CSS (Cascading Style Sheet), dan juga JavaScript.

HTML (Hyper Text Language)
HTML merupakan bahasa pemprograman paling dasar yang digunakan untuk membuat kerangka pada tampilan website. Dengan HTML ini kita bisa membuat berbagai macam bagian website pada umumnya, seperti menu-menu, gambar, paragraph, dll.

CSS (Cascading Style Sheet)
CSS ini diciptakan untuk mendampingi HTML. Karena dengan CSS ini kita bisa membuat website kita memiliki tampilan desain yang menarik, dengan menempatkan elemen-elemen HTML pada posisi yang pas, memberikan warna, dan menyesuaikan tampilan berdasarkan ukuran layar.

JavaScript
Untuk bahasa yang satu ini mungkin sebagai bahasa tambahan untuk website kalian jika tampilannya ingin lebih interaktif. Dengan JavaScript, web yang kita buat bisa melakukan hal-hal keren seperti membuka halaman tanpa refresh, upload gambar dengan proses loading, membuat menu dependent, dll.

Semua bahasa diatas adalah bahasa-bahasa yang biasa di gunakan para web developer untuk membuat sebuah tampilan website. Selanjutnya saya akan membahas Back End Developer.

Back End Developer

Back End Developer adalah sebutan bagi seorang programmer yang membuat bagian belakang bagaimana website itu berfungsi. Seorang Back End developer harus memikirkan bagaimana website itu bisa memproses suatu data seperti, membuat login, input data ke database, update data, dll.

Untuk menjadi seorang Back End developer kamu harus menguasai bahasa program khusus yang di desain untuk membuat program website ini. Berikut bahasa-bahasa program tersebut.

PHP
Hingga saat ini PHP menempati posisi teratas sebagai bahasa pemprograman terpopuler, karena hampir semua website yang kamu lihat di internet itu menggunakan bahasa PHP sebagai Back End nya. PHP ini sudah berkembang sangat pesat sejak pertama pembuatannya pada tahun 1994. Dengan kepopuleran dan perkembangan pesat tersebut, PHP sekarang dapat digunakan pada banyak server dan banyak juga Framework PHP, seperti Codeigniter, Laravel, dan Yii.

Python
Python juga merupakan salah satu bahasa populer untuk penggunaan Back End, selain PHP tentunya. Karena Python ini fleksibel dan sering dianggap sebagai gerbang untuk mempelajari bahasa pemprograman lain. Dan framework bahasa Python ini juga benar-benar membantu untuk pengembangan web lebih cepat, yaitu Django.

SQL
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah penyimpanan data yang paling populer saat ini. SQL menyimpan data tersebut dengan bentuk table dan kolom dan menggunakan bahasa khusus yang dikenal sebagai CRUD (Create, Read, Update, Delete).

Full Stack Developer 

Full Stack Developer adalah sebutan bagi seorang programmer yang mampu menguasai Front End dan juga Back End secara bersamaan dalam mengerjakan projek website. Jadi seorang Full Stack Developer harus mampu mengerjakan tampilan yang baik, dan menjalankan sistemnya juga.

Lalu, mana yang lebih mudah di pelajari?

Jawabannya, tidak ada. Karena masing-masing memiliki kesulitan sendiri-sendiri, jadi ikuti saja apa kemauanmu, hobimu, lebih tertarik yang mana, di Front End atau Back End. Jika sudah menemui apa yang disukai, langsung saja dalami apa yang kamu sukai itu, entah Front End atau Back End.

Tetapi, misalnya kamu suka dengan Back End, bukan berarti kamu tidak perlu mempelajari Front End, begitu juga sebaliknya. Ada baiknya dipelajari keduanya, baik itu Front End maupun Back End.

Tags : #Programming


Shares :


Azriel Muhammadd
Azriel Muhammadd

Programmer pemula yang selalu di temani Cappucino agar mendapatkan mood terbaik untuk mencari inspirasi <3.



MUNGKIN KAMU JUGA SUKA:


SILAHKAN BERKOMENTAR

Einjuro

Einjuro adalah sebuah website pembelajaran yang diperuntukan bagi siswa-siswi diseluruh Indonesia yang ingin mendapatkan pelajaran tambahan diluar sekolah tentnag perkembangan teknologi.

Pages

  • About
  • Contact